Cari Blog Ini

Senin, 10 Juli 2023

Best Practice "Laboratorium Virtual PHET Sebagai Media Praktikum IPA Dapat Meningkatkan Keterampilan Peserta Didik Dalam Mengaplikasikan Konsep Pesawat Sederhana"


MENULIS PRAKTIK BAIK  2021

Aulia Haryawati Adha,S.Pd.Si

Guru IPA SMPN 3 Cibadak Kabupaten Sukabumi


Pandemi Covid-19 telah merubah semua tatanan hidup, termasuk pendidikan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah secara daring, aktivitas belajar peserta didik menjadi terbatas. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkesan hanyalah rangkaian teori yang harus dipelajari, tanpa melakukan pembuktian ilmiah di laboratorium. peserta didik mencoba melakukan tugas proyek di rumah, dengan petunjuk guru dan bantuan tutorial dari youtube. Awalnya semua berjalan seperti yang diharapkan, namun pandemi telah berjalan hampir dua tahun, dan muncullah kejenuhan. Guru ditantang untuk lebih kreatif dalam mengemas pembelajaran agar lebih menarik, mengembangkan metode pembelajaran dengan mencari aplikasi yang dapat memfasilitasi kebutuhan peserta didik. Mata Pelajaran IPA memerlukan pembuktian ilmiah dan mengaplikasikan konsep ke dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pengetahuan yang harus dipahami tapi juga memerlukan keterampilan proses. 

Selama Pandemi Covid-19 peserta didik tidak dapat melakukan praktikum di laboratorium, pelajaran IPA secara daring menjadi terkesan membosankan. Saya mulai melihat kejenuhan yang terjadi,  respon belajar peserta didik menurun.  Saya harus mengembangkan kemampuan dalam mengemas pembelajaran secara daring dan berfikir inovatif. Kebutuhan peserta didik adalah dapat memahami konsep IPA dengan mengaplikasikannya ke dalam serangkaian praktikum untuk meningkatkan motivasi belajar dan menggali kreativitas peserta didik. Tantangan bagi saya untuk mengembangkan metode pembelajaran menjadi lebih aktif, mencari aplikasi yang dapat menjawab kebutuhan peserta didik. Berbagai cara sudah dicoba, menjelaskan materi melalui video pembelajaran, melakukan diskusi dengan beberapa teman sejawat, dan membuat angket kepada peserta didik. Mengevaluasi pembelajaran yang sudah dilakukan, mencari tahu kebutuhan apa yang diinginkan oleh peserta didik.  Selama pembelajaran daring, peserta didik merasa kesulitan memahami konsep apalagi melakukan praktik. Pada konsep Pesawat Sederhana terdapat standar kompetensi keterampilan menyajikan hasil rancangan dan pengukuran serta syarat kesetimbangan pesawat sederhana pada pengungkit, saya harus memfasilitasi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. 

Hingga saya menemukan aplikasi laboratorium virtual PHET, menyajikan beberapa praktikum mata pelajaran sains yang interaktif dan menarik. Saya mulai mengembangkan aplikasi media pembelajaran, sehingga peserta didik dapat melakukan praktikum secara virtual. Canva adalah sebuah platform pembuatan desain grafis dan konten publikasi yang lebih mudah dan cepat daripada software grafis lainnya. Tools ajaib ini bisa Anda gunakan secara online melalui browser desktop atau download aplikasi mobile-nya melalui App atau Play Store. Fitur canva juga dapat terintegrasi dengan aplikasi lain sehingga peserta didik dapat mengeksplorasi materi secara luas dari berbagai sumber yang mendukung. Saya merancang materi pesawat sederhana di link canva yang terintegrasi dengan youtube, google chrome dan aplikasi laboratorium virtual PHET https://phet.colorado.edu/in/. Saya berbagi slide ke akun belajar peserta didik melalui grup classroom,peserta didik dapat mengakses slide melalui gawai atau komputer baik di rumah ataupun saat tatap muka di sekolah. Guru menyampaikan materi dan mendemonstrasikan aplikasi lab virtual PHET melalui google meet atau saat tatap muka di sekolah. Peserta didik dapat melakukan praktik secara virtual dan membuat rancangan tugas project nya sendiri.

Melalui canva presentasion yang terintegrasi dengan media interaktif PHET  https://phet.colorado.edu/sims/html/balancing-act/latest/balancing-act_in.html dan canva link slidesnyahttps://www.canva.com/design/DAFXtWuOIFA/wUC3loO-UFqOnpbPN1QQtw/view?utm_content=DAFXtWuOIFA&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=publishsharelink peserta didik dapat mempelajari materi secara lebih luas dari sumber lain yang mendukung dan melakukan praktikum secara virtual, sehingga pembelajaran dapat dicapai secara maksimal. Pada saat Sinkronous, guru menjelaskan materi dari canva presentation dan mendemonstrasikan aplikasi lab virtual PHET baik saat google meet ataupun pembelajaran tatap muka di kelas. Pada saat asinkronous, peserta didik melakukan praktik secara virtual dan mengerjakan tugas project. Setelah melakukan praktek pesawat sederhana syarat kesetimbangan melalui lab virtual PHET, peserta mampu mengaplikasikan konsep pesawat sederhana pada pengungkit. Pembelajaran menjadi lebih menarik, peserta didik terlihat lebih antusias dan kreatif mengaplikasikan materi pengungkit ke dalam kehidupan sehari-hari. 

Walaupun masih ada kendala yang dihadapi oleh peserta didik, seperti keterbatasan jaringan internet dan sarana prasarana yang dimiliki peserta didik karena aplikasi ini dapat lebih mudah diakses menggunakan komputer atau laptop. Solusi yang saya lakukan, pada saat pembelajaran tatap muka terbatas, sebagian peserta didik mengakses aplikasi PHET menggunakan komputer sekolah di laboratorium komputer.   Dilihat dari kehadiran peserta didik di google meet dan tugas yang dikumpulkan, terjadi kenaikan dari 55% menjadi 95%. Dapat disimpulkan, Laboratorium Virtual PHET sebagai media praktikum IPA dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengaplikasikan konsep pesawat sederhana.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar